BPR Mitratama Arthabuana BIDIK NASABAH KALTIM-KALTENG

Kepercayaan diri tumbuh melihat torehan kinerja ciamik dalam dua tahun terakhir. Mulai perluasan mapping area sales ke provinsi Kalimantan Tengan dan Kalimantan Timur
untuk mewujudkan visi menjadi bank terbesar se-Kalimantan.

Semakin bertambahnya usia, BPR Mitratama Arthabuana (Bank Mitra) kian matang dalam melangkah ke depan dengan memperkuat identitas, visi, misi dan falsafah perusahaan dengan memadukan tujuan perusahaan untuk dapat memberikan pelayanan secara prima kepada nasabahnya.

Paralel dengan peningkatan pelayanan prima itu, Bank Mitra juga memfokuskan pada pertumbuhan penyaluran pada kredit sektor UMKM, dalam hal pelayanan kepada nasabah juga dikembangkan Mitra Mobile Banking yang menawarkan berbagai produk inovatif sehingga membuka peluang pasar yang jauh lebih luas lagi bagi pertumbuhan UMKM.

Sekilas mengenai kinerja bisnis, disebutkan sampai dengan Desember 2023, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp.247.2 M naik sebesar 2.8% dibanding tahun 2022 sebesar Rp.240.6 M dengan peningkatan paling besar dari deposito sebesar 40% sedangkan tabungan menurun 46%, hal ini terjadi beralihnya nasabah ke simpanan berjangka yang lebih tinggi bunganya. Penyaluran kredit selama tahun 2023 sebesar Rp. 174.6 M dengan total outstanding Rp. 236,02 M meningkat sebesar 24% dibanding tahun 2022 sebesar Rp. 190 M; Tingkat Kredit Macet
masih dipertahankan dibawah level yaitu 3.76%. Untuk profitabilitas pada tahun 2023 ini meningkat sebesar 10.8% dari Rp.11.6 M menjadi Rp. 12.8 M. Aset naik tipis 8.6% menjadi sebesar Rp.371.5 M dari tahun 2022 ‘Merujuk capaian pada tahun 2023, maka Bank Mitra untuk tahun 2024 ini menargetkan pertumbuhan aset sebesar 7%; DPK naik 9%, penyaluran kredit naik 15% dengan NPL 3% serta NPBT naik 22%, “ujar Yana Saptyana, Direktur Utama BPR Mitratama Arthabuana kepada Trustnews.

Kepercayaan diri manajemen Bank Mitra bukan tanpa alasan, bila melihat data kuartal III-2023, Bank Mitra telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp. 150 miliar. Sedangkan dari sisi aset sebesar Rp. 276 miliar dan DPK Rp. 163 miliar.


Untuk mencapai target tersebut , lanjutnya, BPR Mitratama Arthabuana akan menambah jaringan kantor cabang di Kabupaten Barito Kuala yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah.


Kemudian perluasan mapping area sales ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, penambahan account officer dan funding officer spesialist, peningkatan fee based income dari kapitalisasi pemanfaatan transaksi via Mitra Mobile Banking (MiMO) dan peningkatan kualitas analisa, kualitas kredit dan percepatan penyelesaian kredit bermasalah serta peningkatan kualitas SDM. “Kita punya visi menjadi bank terbesar se-Kalimantan yang kompetitif, sehat dan efisien serta mendukung sektor UMKM dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Ini sesuai moto kita yaitu “Tumbuh dan Berkembang Bersama,” ujarnya. Upaya mewujudkan visi tersebut lanjutnya, sebagai BPR beraset Rp. 100 miliar ke atas, Bank Mitra berkomitmen ikut peran serta dalam percepatan ekonomi, dengan kemitraan dan pemberian kredit ke berbagai Kota dan Kabupaten di Kalimantan Selatan.


“Dengan total 5 jaringan kantor dan 4 kantor cabang di seluruh Kalimantan Selatan, kami mendorong percepatan ekonomi. Adapun kredit yang paling banyak kami support adalah transportasi, perdagangan dan tambang batu bara, perkebunan sawit dan karet,” katanya. “Kelima sektor tersebut merupakan komoditi unggulan yang mendorong perekonomian Kalimantan Selatan. Selain kelima sektor tersebut, juga kami salurkan kredit kepada sektor konsumtif seperti kepemilikan rumah, mobil dan motor bagi
para karyawan,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, Bank Mitra memiliki komitmen yang kuat mendukung UMKM dan mendukung munculnya wirausaha baru dengan literasi dan inklusi keuangan kepada para milenials dan calon pelaku usaha baru.

Bank Mitra mengeluarkan produk simpanan dan kredit yang dengan flexibel dengan persyaratan dan bunga yang murah. Salah satunya adalah kredit Ultra Mikro Tanpa jaminan. Selain menumbuhkan wiraswasta baru juga untuk melawan rentenir yang kerap sekali mencekik para pedagang mikro dan kecil
dengan bunga yang sangat tinggi.


“Salah satu edukasi dan literasi adalah pengetahuan perencanaan keuangan dan pengenalan atas kemudahan dan risiko atas pinjaman Online (fintech) yang saat ini mulai menjamur yang pada umumnya
penggunaannya sebagian besar dari kaum muda (milenials) diperuntukkan untuk
kepentingan konsumtif dan gaya hidup,”
pungkasnya. (TN)